Kuliah Umum “Observing the Unobservable: Constructivism in International Relations”

Jakarta, 16 Desember 2025 – Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina kembali menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Observing the Unobservable: Constructivism in International Relations” yang membahas pendekatan konstruktivisme dalam studi hubungan internasional. Kegiatan ini dibuka dengan kata sambutan dari Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina, Bapak Dr. Indra Kusumawardhana, S.Hum, M. Hub. Int., dan menghadirkan Bapak Dr. Mohamad Rosyidin, S.Sos., M.A., akademisi Hubungan Internasional yang berfokus pada kajian konstruktivisme, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Bapak Rosyidin menjelaskan bahwa konstruktivisme menitikberatkan analisis pada aspek ide, pikiran, dan makna yang bersifat tidak kasat mata, namun memiliki pengaruh besar dalam hubungan internasional. Berbeda dengan pendekatan realis yang menekankan aspek material, konstruktivisme memandang bahwa realitas internasional dibentuk oleh cara aktor memaknai dunia. Hal ini diilustrasikan melalui contoh persepsi ancaman, seperti mengapa Amerika Serikat lebih mengkhawatirkan nuklir Korea Utara dibandingkan Inggris, serta dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina yang dipengaruhi oleh identitas dan nilai.

Lebih lanjut, narasumber memaparkan dua konsep utama dalam konstruktivisme, yakni fakta kasar yang bersifat material dan fakta sosial yang lahir dari ide dan penafsiran. Menurutnya, hubungan internasional pada dasarnya adalah persoalan makna (meaning), di mana sesuatu dianggap mengancam bukan karena sifat fisiknya semata, melainkan karena bagaimana aktor memaknainya. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa anarki dalam hubungan internasional merupakan konstruksi sosial negara, sebagaimana dirumuskan dalam ungkapan “Anarchy is what states make of it.”

Kuliah tamu ini juga membahas peran identitas dan norma dalam membentuk kepentingan nasional serta kebijakan negara. Identitas dipandang sebagai atribut penting aktor internasional, yang terbagi ke dalam beberapa tipologi seperti corporate identity, type identity, role identity, dan collective identity. Sementara itu, norma dijelaskan sebagai aturan yang dikonstruksi bersama untuk kepentingan kolektif dan berperan dalam mendefinisikan kepentingan negara.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa hubungan internasional tidak hanya digerakkan oleh kekuatan material, tetapi juga oleh ide, identitas, dan norma. Kuliah tamu ini diharapkan dapat memperkaya perspektif kritis mahasiswa serta memperluas pemahaman mengenai keberagaman pendekatan teoretis dalam studi Hubungan Internasional.

Categories: Events, Kuliah Umum