news / Pengabdian · 03/10/2019

HI Universitas Pertamina dalam Seminar BRI Progress for Developing Countries

Pada tanggal 10 September – 30 September 2019, Dr. Indra Kusumawardhana, M.Hub.Int., selaku Dosen Tetap sekaligus Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina, ikut serta dalam Seminar on BRI Progress for Developing Countries di Beijing, China. Acara ini merupakan salah satu program dari International Cooperation Center di bawah National Development and Reform Commission (NDRC) of the People’s Republic of China dan disponsori oleh Ministry of Commerce of the People’s Republic of China, yang mana memfokuskan pada upaya pemerintah China dalam memberikan workshop dan seminar terkait perkembangan program Belt Road Initiatives (BRI) di negara-negara berkembang yang bekerja sama di bawah mega proyek tersebut. Acara seminar ini mencerminkan upaya yang bersifat diplomasi publik dari pemerintah China terhadap negara-negara yang bekerja sama dalam proyek BRI dengan tujuan agar negara-negara tersebut lebih familiar dan lebih mengerti tentang BRI itu sendiri. Selain itu, dalam hal ini pemerintah China juga berupaya untuk memberikan informasi terkait pengimplementasian BRI serta tujuannya dengan melihat peluang dan tantangan yang dihadapi. 

Dalam agendanya sendiri, Seminar on BRI Progress for Developing Countries berfokus pada pembahasan mengenai proses pembiayaan atau financing process yang ditujukan untuk pembangunan infrastruktur di bawah mega proyek BRI. Pembangunan infrastruktur tersebut menyasar pada konektivitas serta manfaat ekonomi untuk China sendiri maupun negara-negara yang bekerja sama dengan China di bawah BRI, termasuk juga dengan negara-negara di Eropa. Diikuti oleh 33 orang peserta dari 18 negara, acara ini melibatkan akademisi maupun praktisi atau pembuat kebijakan strategis dalam hal kerja sama internasional. Selain acara seminar, terdapat juga acara-acara lain seperti, entreprise visit, city visit, dan culture visit, di beberapa kota di China. Disamping Beijing sebagai pusat penyelenggaraan acara ini, peserta juga diberi kesempatan untuk mengunjungi kota-kota lain, yakni Shanghai, Linhai, dan Ninghai dalam rangka kunjungan ke pabrik mobil China, pabrik kacamata, dan juga pabrik untuk pengembangan energi terbarukan.

 BRI sendiri merupakan agenda besar China sebagai kekuatan baru dalam ekonomi politik dunia yang berfungsi untuk mewadahi kerja sama dengan negara-negara berkembang maupun negara-negara maju di belahan dunia. Dalam studi HI, teori interdependency atau saling ketergantungan antar negara dapat menjelaskan bagaimana hubungan kerja sama China dengan negara-negara lain dapat terjalin karena adanya harmonisasi kepentingan nasional dari negara-negara yang bekerja sama, terutama kerja sama di bawah program BRI. Dalam hal ini, Indonesia harusnya mampu mengambil peluang dan kesempatan yang berusaha disajikan oleh China dalam upayanya membangun mega proyek tersebut. Dengan mencontoh konsistensi dan komitmen tinggi China terhadap upayanya dalam menyejahterakan rakyatnya, Indonesia harus mampu memanfaatkan secara baik kerja samanya dengan China, terutama terkait kerja sama di bawah proyek BRI. 

Selaku Ketua Program Studi Hubungan Internasional, Bapak Indra menaruh harapan pada adanya acara-acara yang diselenggarakan oleh pemerintah China tersebut, yakni di bawah Ministry of Commerce (MOFCOM) atau Kementerian Perdagangan, dapat bermanfaat tidak hanya bagi dosen-dosen saja, namun juga bermanfaat bagi mahasiswa HI Universitas Pertamina dalam mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru mengenai isu-isu terkini di China. Menurut beliau, generasi muda saat ini memiliki peluang sekaligus tantangan besar untuk mampu memanfaatkan kebangkitan China dalam kerja sama internasional dengan membangun komunikasi dan relasi yang lebih baik lagi dengan China, sehingga akan mendapatkan manfaat dan pelajaran dalam memajukan bangsa Indonesia di berbagai bidang. Oleh karenanya, beliau juga berharap nantinya akan ada program-program lain yang memungkinkan mahasiswa prodi HI dapat turut serta dalam mempelajari dan menambah wawasan mengenai kerja sama internasional, khususnya antara China dan Indonesia. (KN)