news / Pengabdian · 15/09/2019

HI Universitas Pertamina dalam Seminar Green Development and Cooperation, Tiongkok

Pada tanggal 23 Agustus – 12 September 2019, Novita Putri Rudiany, S.Hub.Int., M.A, selaku dosen Hubungan Internasional Universitas Pertamina, ikut serta dalam Seminar on Green Development and Cooperation di Beijing, Tiongkok, dengan tema ‘Green Development and Cooperation in the Context of Belt Road Initiatives’. Acara seminar ini merupakan salah satu program dari International Cooperation Center di bawah National Development and Reform Commission (NDRC) – People’s Republic of China, yang memfokuskan pada upaya pemerintah Tiongkok dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung komitmen Tiongkok dalam mengurangi emisi karbon dunia. Acara tersebut bertujuan untuk mempromosikan proyek kerja sama internasional Tiongkok yang menekankan pada pembangunan berkelanjutan dan untuk membangun kapasitas dalam melindungi alam, khususnya di bawah mega proyek Belt Road Initiatives (BRI). Tiongkok sendiri telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan United Nations Environment Programme pada tahun 2016, di mana berfokus pada peningkatan kolaborasi dalam rangka membangun BRI yang ramah lingkungan. Selain itu juga telah ditandatangi kesepakatan kerja sama yang menekankan pada penjagaan ekologi dan lingkungan dengan lebih 30 negara partisipan BRI. Diharapkan, dengan adanya pembangunan BRI yang ramah lingkungan tersebut, Tiongkok dapat membantu negara-negara mitranya mencapai tujuan lingkungan dari Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Seminar on Green Development and Cooperation sendiri berfungsi sebagai platform internasional untuk mengembangkan kerja sama dalam melakukan penelitian dan pembuatan rekomendasi kebijkan dalam negeri maupun asing, serta memfasilitasi dialog internasional tentang masalah-masalah utama terkait lingkungan. Hal ini juga terkait dengan upaya Tiongkok untuk mencapai tujuan-tujuan ekonominya yang termaktub dalam 5 Year Plan China, yang mana saat ini sudah masuk ke dalam capaian yang ke-13. Dalam penyelenggaraannya, acara ini menawarkan perjalanan dan wawasan terkait pengembangan green energy di Tiongkok dengan memberikan dukungan data lingkungan ke negara-negara BRI, termasuk konsep perlindungan lingkungan, UU, kebijakan lingkungan, manajemen lingkungan, hingga kerja sama industri.

Acara Seminar on Green Development and Cooperation melibatkan para akademisi maupun para pengambil kebijakan sebagai perwakilan negara-negara yang tergabung dalam mitra kerja sama BRI, salah satunya Indonesia. Sebagai akademisi, Novita Putri Rudiany, S.Hub.Int., M.A, mendapatkan kesempatan mengikuti acara tersebut untuk memperdalam wawasan tentang kebijakan terbaru Tiongkok terkait dengan pembangunan BRI yang ramah lingkungan. Selain Beijing sebagai pusat penyelenggaraan acara tersebut, para peserta juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa kota dalam rangka enterprise visit, diantaranya yakni di kota Nanjing dan Wushi. Di Kota Nanjing sendiri terdapat ‘Nanjing Chihua 3052’ yang merupakan pusat Pabrik Garmen di Tiongkok. Sedangkan di Wushi sendiri terdapat pusat Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan pusat pabrik yang memproduksi listrik dari sampah domestik. Dalam acara tersebut, penyelenggara juga mengundang ahli-ahli terkait Green Development and Cooperation untuk menjelaskan sejauhmana pengembangan EBT di Tiongkok, termasuk pengembangan teknologi guna mengurangi emisi karbon. Dalam hal ini, pemerintah Tiongkok telah memetakan wilayah-wilayah yang memiliki potensi EBT, di mana Tiongkok bagian utara memiliki potensi lebih dalam pengembangan energi air dan angin, sedangkan Tiongkok bagian selatan memiliki potensi lebih dalam pengembangan energi solar, dan Tiongkok bagian tengah lebih kepada pengembangan biomassa. Meskipun Tiongkok masih belum menggunakan EBT sepenuhnya, namun Tiongkok memiliki komitmen untuk terus berupaya dalam peralihan dari penggunaan energi konvensional ke green energy.

Dalam perjalanannya mengikuti acara Seminar on Green Development and Cooperation ini, Ibu Novita menyebutkan bahwa komitmen pemerintah Tiongkok dalam penggunaan green energy, bertujuan untuk mengurangi polusi dan kabut asap, terutama di kota-kota besar, seperti Beijing sebagai pusat pemerintahan dan pusat perekonomian. Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia, pemerintah Tiongkok juga selalu berupaya untuk mengembangkan green energy yang diharapkan berdampak baik bagi masyarakat Tiongkok sendiri, sehingga mampu menciptkan kesehatan lingkungan dan kesejahteraanm masyarakat Tiongkok. Tema dalam acara tersebut juga sangat relevan dengan keadaan di Indonesia mengingat Indonesia memiliki banyak potensi EBT atau green energy yang melimpah dan mampu untuk mencukupi kebutuhan energi listrik dalam negeri. Beliau juga menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia harus mampu dan mumpuni dalam mengelola dan mendistribusikan green energy secara merata. Dengan demikian, pemerintah Indonesia diharapkan mampu mengadopsi kebijakan Tiongkok dalam pengembangan green energy di Indonesia dengan cara melakukan kerja sama internasional maupun meningkatkan kualitas kajian-kajian terkait pengembangan green energy itu sendiri di Indonesia.